Wednesday, February 18, 2015

Aku berbagi untuk apa?

Di tengah arus media sosial yang begitu tinggi, ketika semuanya banyak berkomunikasi melalui gadget masing-masing, sampai kita lupa (mungkin) untuk menikmati setiap moment yang ada di depan kita, berbicara lebih banyak kepada teman, saudara, bahkan keluarga kita yang lebih dekat, bahkan lebih dekat (mungkin) jaraknya dari letak gadget kita.

Kadang semua yang terjadi pada kehidupan kita di alam nyata, kita tulis apa yang kita rasa, bahagia? sedih? penuh motivasi?. Tentunya tidak lupa, moment-moment indah yang kita lewati juga kita bagikan dengan teman-teman kita di media sosial.

tapi.....
terkadang unsur membagikan moment-moment itu, ada niat di baliknya. Bahkan setiap tindakan. Niat untuk suatu tindakan yang pastinya semua ada dalam hati kita. Sebagaimana sosok suri tauladan kita (Nabiyuna Muhammad SAW) menyebutkan bahwa semua perbuatan itu tergantung niatnya.

Jangan sampai kita lupa dengan sabda Beliau, bahwa apa dalam hatilah (niat) yang menyebabkan perbuatan kita bernilai dosa atau bernilai pahala.

apakah semua yang kita bagikan di sosial media dengan niat (maksud) baik? atau ada unsur riya' (pamer) dengan momen kita, atau kita ujub (berbangga pada diri sendiri) agar semata-semata banyak mendapatkan pujian? nastagfirullohal'azdim

Sungguh kita bukan siapa-siapa, dengan sombong adalah hanya pakaian Allah 'azza wajalla, tak pantas kiranya ada sedikit saja dalam hati, terbersit sifat riya' (pamer), takabbur (sombong), ataupun 'ujub (berbangga pada diri sendiri).

Naudzubillah min dzalik. Mari perbaiki niat, dan menebar kebaikan, saling memotivasi, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

T.M.A
Muhasabah suatu malam di kereta.

No comments:

Post a Comment