Merehat sekedap..pasca helaan nafas terpanjang,tanyalah pada hati;
Kita yang jatuh cinta atau kita yang ingin dijatuhcintai?
Belasan foto kita pampang,dengan pasangan dan orang tersayang.Benarkah karena kita bahagia atau kita harapkan khalayak paham bahwa kita sedang berbahagia?
Kita berkisah riuh ricuh perjalanan,masam getir perjuangan..benarkah segetir itu,musababkah hanya ingin dimengerti bahawa kita sedang berjuang?
Saudara..
Kita bertekad menyala bagai arang memerah dipanggang..akan cita yang hendak kita menangi membara.Sungguhkah kita genapi..wal hal cukup kita dinilai penuh semangat?..dan hasrat kita klimaks di titik pengakuan itu? Kah?
Maka, menjejak 4000 tahun lalu..
Ibrahim alaihissalam..Lelaki yang kenabianya tak dibantah satu millah pun di bumi di sepanjang masa.Terbuang dari rumah,terusir dari umat..di hadapan gejolak api yang kepadanya tubuhnya hendak di lempar..tak satu pun sesumbar terloteh,hanya berbisik; 'hasbunallah wa ni'mal wakil..'
- cukuplah Allah bagiku..dan Dia sebaik-baik penjamin.
Menyibak kisah masa setelahnya.Firaun dengan gagahnya berucap; ana rabbukumul'ala - aku tuhanmu yang maha tinggi.Asiyah Istrinya..tak serta merta menurut dan mengiyakan demi status kepermaisurianya.Bahkan tak rela ia akui barang di mulut saja demi selamat hidupnya..ia berkata 'La..' -Tidak..dan habislah Jasad wanita mulia ini dalam pedihan siksa.
Di lembar masa yang tak jauh setelahnya..
Di hadapan laut merah yang begitu menggejolak..di sergap Firaun dan tentaranya di belakang..
Umat Musa alaihissalam begitu kelu..tercekat rasa takut,berujar terburu pada Musa;
Tuhanmu telah meninggalkan kita.
Musa menguatkan;
'Rabbi, maiyatanna wa sayyatinna'
- Tuhanku bersama denganku dan Dia yang akan menunjukiku (jalan keluar).
Hikmati saudara..
Tiada keluh kesah,
Tiada gulana,
Tiada gugatan,
Tiada cercaan wa lampias,
Tiada kesumat.
..dan tiada mengumbar pada sesiapapun.
Seperti yang 1400 tahun silam dibisik Rasul Mulia Shallu alaihiwassalam pada sahabat mulia Ashshiddiq di situasi yang begitu mencekik; 'La Tahzan..innallaha ma'anna' - jangan bersedih, sungguh Allah beserta kita.
No comments:
Post a Comment