sumber foto : Google
Nah kali ini mau sharing pengalaman pertama koas. tepat tanggal 16 Maret 2015, hari pertama masuk dunia koas. Yah benginilah jenjang yang harus dilewatin setiap mahasiswa kedokteran yang ingin menjadi dokter, yaitu harus menjadi koas (asisten dokter spesialis) yang ada di setiap Rumah Sakit pendidikan. Eh bentar, jadi dokter itu prosesnya panjang, kalau di Indonesia, harus jadi Sarajan dulu selama 3,5-4 tahun, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan Koas selama 2 tahun, kemudian harus lulus ujian Kompetensi Dokter, jika dinyatakan lulus, baru deh lanjut menjadi dokter di daerah selama setahun (Intership) untuk mendapatkan Surat Izin Praktek. Jadi total lama pendidikannya kurang lebih 7 tahun. Okay, Stase pertama yang harus Saya lewatin adalah stase Obstetri dan Ginekologi. Wah padahal ini adalah materi yang sungguh ga dikuasain sama sekali, emm I give it nomber 2, karena materi yang paling ga dikuasain nomor pertama pastinya saraf (neurologi) hehe.
Hari itu hari Senin, masih dengan semangat 45 datang ke RS jam 6:30 WIB, langsung ketemu dengan kepala Bakordik (sampe sekarang ga tau nih singkatannya apa), kemudian izin dan kenalan ke seluruh bagian yang ada di RS, yaitu ke Bangsal, Poli, Ruang Bersalin, dan Kamar Operasi. setelah perkenalan selesai, baru deh ikutin "senior2" yang sudah 5 minggu lebih awal masuk di stase ini. tugas Minggu pertama di Ruang Bersalin, Ruang Bersalin??? waah dari katanya aja udah bikin gugup, berarti bakal banyak yang ngelahirin di ruangan ini, yaitu ruangan untuk melahirkan normal. di lain sisi gugup, karena belum pernah yang melahirkan secara normal di dunia "nyata", di lain sisi penasaran juga, dan "bangga" dikit dah kayak dokter beneran. Well hari pertama baru ada 4 pasien yang datang, yang indikasi untuk dilakukan Sectio Caesarea, too bad for me, karena ga akan ada persalinan normal hari ini. di ruang bersalin ini seperti UGDnya RS untuk ibu-ibu hamil, di sini diwawancara terlebih dahulu Ibunya, dicek tekanan darah, suhu, nadi, pernapasan, tinggi badan, berat badan, pemeriksaan fisik dari kepala sampai kaki, pemeriksaan janin, jalan lahir, dst. hari pertama lumayan banyak dapet ilmunya, tapi masih ngawang deng, karena terlalu banyak, dalam hati selalu berdo'a semoga 10 Minggu di sini banyak dapet ilmu dan banyak dapet pasien, biar banyak belajar juga sebagai "modal" jadi dokter nantinya.
Hari kedua Koas, jeng jeng, wah hari Selasa, kebetulan budaya di RS ini, hari Selasa dan Kamis adalah hari Laporan jaga, dimana para dokter muda (sebutan buat kita yang koas) untuk melaporkan hasil jaga malam, dari Kamis malam sampai Senin malam. Setelah itu baru ke station masing-masing. Untuk di RS ini kita mempunyai beberapa station : ada VK, Bangsal, OK (ruang Operasi), Poli 1 dan Poli 2. Habis jaga langsung deh ke Vk, ternyata sedang ada persalinan normal yang dipimpin oleh salah satu Konsulen (Dosen pengajar Koas). Waah gugup, excited, takut, ngilu, semuanya berbaur, secara ini adalah pengalam pertama bantuin dokter spesialis dan bidan membantu persalinan normal. sekitar 15 menit akhirnya bayinya lahir, walaupun penuh dengan bantuan dorongan dari perut atas Ibu. Tapiii... itu belum selesai, ternyata dalam 2 menit pertama bayi ga nangis, wiiih jadi langsung inget film "All is well", should I say "All is Well" kayak yag di film?? udah deh, langsung nyoba bantuin ngelapin bayi sampil dirangsang taktilnya (ditepuk dikit2, bukan dipukul yaa), menit ketiga akhirnya bayinya nangis dan memulai memerah, artinya bayi sudah bisa nafas spontan, kita semua ikut senang, persislah kayak di film All is Well dah. Setelah itu bantuin jadi asisten konsulen untuk melahirkan plasenta, dan jahit jaringan yang robek di sekitar jalan lahir.
Banyak yang dibayangkan selama menolong ibu melahirkan ini. Rasa mulesnya, sakitnya, jaringan yang robek atau sengaja di"lebarin" jalan lahirnya (episiotomi) jika kepala bayi cukup besar, dan sakit yang dirasakan saat proses penjahitan setelah bayi dilahirkan, ahh langsung deh nelpon mamak bilang terima kasih untuk perjuangan beliau yang melahirkan anak sebanyak 9 anak secara normal tanpa sesar sama sekali. Jadi tambah deh alasan kenapa harus benar-benar menyayangi Ibu kita, menghargai wanita, menyayangi Ibu kita dengan sepenuh hati, walaupun kasih sayang mereka benar-benar tidak bisa terbalas. Inilah salah satu alasan, mengapa kita harus menghormati semua Ibu di dunia ini. ah buat semua wanita, calon Ibu-ibu, dan para Ibu-ibu, beruntunglah Anda terlahir menjadi wanita, I give a big respect to you all. Eh satu lagi deng, wanita itu lebih cantik loh kalo sehabis melahirkan, ehhh... Kidding deng.
Happy Mother's Day :D